Kembali ke Semua Artikel

Menjahit Kembali Harapan di Cugenang: Refleksi Milad ke-109 'Aisyiyah dan Lahirnya Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur

Poros Sejarah: Sinergi Kasih Sayang 'Aisyiyah dan PKU

Awab Abdul Wahab
Awab Abdul Wahab 24 Mei 2026

Bagi sebagian orang, perdamaian mungkin digambarkan sebagai redanya konflik atau kesepakatan formal di atas meja diplomasi. Namun bagi persyarikatan, perdamaian sejati memiliki dimensi yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: ia hadir ketika seorang ibu di pelosok desa dapat melahirkan bayinya dengan aman, ketika keluarga prasejahtera mendapatkan akses medis yang layak, serta ketika rasa kemanusiaan mampu memulihkan trauma pascabencana.

Semangat inilah yang menjadi denyut nadi utama dalam peringatan Milad ke-109 'Aisyiyah tahun ini (2026), yang mengusung tema agung: "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian". Sebuah tema yang tidak sekadar menjadi slogan, melainkan sebuah panggilan sejarah yang menemukan bentuk nyatanya di bumi Cianjur.

Poros Sejarah: Sinergi Kasih Sayang 'Aisyiyah dan PKU Sejarah mencatat bahwa gerakan perempuan 'Aisyiyah dan badan kesehatan PKU (yang awalnya bernama Penolong Kesengsaraan Oemoem atau PKO) lahir dari rahim ideologis dan ikatan kekeluargaan yang sangat erat. Tokoh-tokoh kunci di balik kedua gerakan ini berasal dari keluarga besar yang sama di Kampung Kauman, Yogyakarta, yang dikenal sebagai "Bani Hasyim Kauman".

Siti Bariyah, Ketua Umum pertama 'Aisyiyah, merupakan adik kandung dari Haji Muhammad Syuja', sosok visioner yang memelopori berdirinya PKO Muhammadiyah pada tahun 1920. Hubungan persaudaraan ini memotong sekat birokrasi tradisional masa itu. Ketika Haji Syuja’ mencanangkan gagasan membangun klinik dan rumah sakit bagi kaum dhuafa, gerakan 'Aisyiyah berdiri di garda depan untuk menggalang dana serta memberikan dukungan logistik dari akar rumput. Kolaborasi historis ini menjadi wujud nyata (ortopraksi) dari Teologi Al-Ma'un, yang menegaskan bahwa dakwah Islam harus mewujud dalam aksi nyata kemanusiaan—merawat yang lemah, menyembuhkan yang sakit, dan menjaga martabat manusia.

Manifestasi di Cugenang: Berdirinya Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur Satu abad kemudian, komitmen dakwah kemanusiaan tersebut mewujud secara nyata di Kecamatan Cugenang, daerah yang sempat luluh lantak akibat gempa bumi besar tahun 2022 silam. Melalui program pemulihan jangka panjang pascabencana di bawah bendera "Indonesia Siaga" Lazismu, sebuah ikhtiar kemanusiaan berhasil didirikan.

Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, meresmikan operasional Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur. Klinik ini dibangun di atas tanah wakaf seluas 2.700 meter persegi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, sebagai hasil kolaborasi erat antara PDM Cianjur, Lazismu Pusat, dan Lazismu Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan dr. Hani Zahia Suarsa, klinik ini ditargetkan dapat terus berkembang hingga naik kelas menjadi Rumah Sakit Tipe D dalam lima tahun ke depan.

Sinergi Filantropi dan Tata Kelola Profesional Kehadiran klinik ini bukan hanya sekadar bangunan fisik layanan medis, melainkan representasi dari amanah publik yang dikelola secara profesional di lapangan. Di sinilah sinergi fungsional berjalan secara harmonis:

Sisi Filantropi (Lazismu Cianjur): Bertindak sebagai pengumpul dan penyalur dana keummatan, memastikan bahwa setiap rupiah dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para donatur tersalurkan secara tepat guna untuk mendukung keberlangsungan operasional layanan kesehatan.

Sisi Tata Kelola Klinik (Bagian Tata Usaha & Keuangan): Bertindak sebagai benteng akuntabilitas harian, mengelola administrasi keuangan dan operasional agar dana keummatan tersebut terkonversi secara transparan menjadi obat-obatan, layanan ambulans, serta fasilitas medis yang andal bagi warga Desa Sarampad dan sekitarnya.

Melalui pengelolaan keuangan dan administrasi klinik yang akuntabel, setiap donasi tidak hanya menjadi instrumen penyembuhan fisik, tetapi juga membangun kembali ketahanan sosial masyarakat yang sempat terguncang bencana.

Penutup Menyongsong Milad ke-109 'Aisyiyah, kehadiran Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur menjadi salah satu bukti bahwa dakwah kemanusiaan adalah jalan nyata untuk menenun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menjaga kesehatan dan memuliakan kehidupan masyarakat rentan di Cugenang, persyarikatan terus melanjutkan misi abadi yang telah dirintis oleh para pendahulu satu abad yang lalu. Selamat Milad ke-109 'Aisyiyah, mari terus bergerak menghadirkan kedamaian bagi semesta.

Diskusi & Komentar (0)